FANTASTIC 5

Selasa, 14 Desember 2010

Lomba menulis Surat Inspiratif

Teruntuk : Pangeran ku

Ku rangkai kan untaian kata ini hanya untuk mu. . .

Pangeran ku. . .
Aku tak mampu menumpahkan apa yang selama ini ku pendam. Mungkin dengan sebait surat ini bisa melonggarkan penat yang selama ini mengusikku. Ini saat nya aku harus mengakhiri dilema ku.
Pangeran. . .
Sebelumnya, izinkan ku tuk ucap berjuta kata ma’af di hadapan mu, dan berlutut di kakimu.
6 bulan yang lalu, kita mengucap janji untuk bersama. Begitu indah memang ku rasa. Tapi, mengertikah engkau pangeran? tentang perasaan ku saat itu??.
Mungkin kau berfikir aku benar- benar tulus memutuskan untuk menjalani hidup bersamamu. Sepintas mungkin memang sempat terlintas di benak ku untuk serius dengan janji kita itu. Jujur ku akui kamu bukan orang yang aku harapkan. Kita tak sejalan dalam menjalani hidup. Aku tak senada dengan kehidupan malam mu.
Aku benci ego mu, dan aku sangat tak suka dengan arogan mu.
Itu yang membuat ku harus berfikir 2 kali untuk yakin menyerahkan hati ku seutuhnya.
Seiring perjalanan sang waktu, kau benar- benar merubah pemikiran ku tentang mu.
kau ajarkan aku tentang CINTA, kau menjagaku dalam setiap detak jarum jam, kau slalu ada di sisiku, kau yang membuat ku mengerti tentang arti kehidupan yang sesungguhnya.
Sampai pada suatu masa, dimana aku benar- benar MENCINTAIMU, dan aku HANYA MENCINTAIMU, dan HATIKU HANYA UNTUK MU. Di sini aku benar-benar di buat bertekuk lutut di bawah singgasana cinta mu.
Aku merasakan betapa lemahnya aku jika ku harus hidup tanpamu lagi.
Pangeran ku. . .
Sekali lagi maafkan aku,
Aku mungkin talah menjadi duri dalam hidup mu, penoreh luka dalam batin mu, atau apalah kau menyebut ku. Satu yang harus kau ketahui pangeran? sampai detik ini pun AKU MASIH AMAT SANGAT MENCINTAIMU. Andaikan malam dapat bersaksi dan mengatakannya pada mu.
Pangeran. . . .
Mungkin ini saat yang tepat bagi ku memutuskan, jujur dalam palung hatiku, aku tak mau melepas mu, tapi mungkin tuhan belum menakdirkan kita untuk bersama. Dan bahkan aku yakin sekali tuhan tidak menakdirkan kita barsama.
aku tau, kau terlampau begitu mencintai ku, tapi apa daya kuasa ku tak sampai.
Sekali lagi MA’AF. Aku kan menjauh dari hidup mu. Penghujung surat ini, sebagai tanda pengakhir kebersamaan kita.

Dari ku,
yang masih mencintai mu. Namun tak bisa tetap bersama mu.

_Arieva_
RiVa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar