FANTASTIC 5

Jumat, 08 April 2011

Deteksi dini pada keganasan Kanker Servix

Oleh: Rif’atun Nisa
Jum’at, 8 April 2011

                Sering kali kanker servik atau kanker leher rahim di ketahui setalah pada stadium lanjut. Hal ini karena kurangnya kepedulian kita untuk melakukan deteksi dini terhadap suatu penyakit. Screening atau deteksi dini adalah usaha untuk mengidentifikasi  suatu penyakit yang secara klinis belum jelas dengan menggunakan pemeriksaan tertentu atau prosedur lain yang dapat di gunakan secara tepat untuk membedakan orang- orang yang kelihatannya sehat tapi mempunyai sakit atau betul- betul sehat.
                Dengan kita melakukan deteksi dini, maka kita bisa mengatahui penyakit sedini mungkin dan dapat segera memberikan pengobatan yang tepat, sehingga  dapat mencegah meluasnya penyakit dalam masyarakat.
Kanker Servix(Karsinoma Servix)
                Karsinoma serviks atau kita sering menyebutnya kanker leher rahim adalah tumbuhnya sel-sel abnormal pada daerah leher rahim. Lebih dari 95% kanker serviks erat kaitannya dengan infeksi human papiloma virus yang bisa ditularkan melalui aktivitas seksual. Selain human papiloma virus, faktor resiko yang bisa menyebabkan kanker serviks diantaranya adalah:
> Aktivitas seksual terlalu muda < 16 tahun
> Jumlah pasangan seksual banyak
> Adanya riwayat menderita infeksi penyakit seksual seperti kondiloma
> Bahan karsinogenetik dari tembakau
> Defisiensi vitamin A, C dan E
> Jarak kehamilan terlalu dekat
> Pamakaian IUD karena iritasi tali

                Kanker serviks tidak memperlihatkan tanda- tanda awal yang jelas, tetapi bisa disembuhkan bila ditemukan secara dini dengan melakukan screening yang artinya melakukan pemeriksaan tanpa menunggu keluhan. Jika kanker dapat disembuhkan dengan sempurna. Beberapa metode screening yang telah dikenal seperti:
a.     Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)
     Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5%. Bila setelah pulasan asam asetat 3-5% ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra- kanker serviks.
b.     Pengambilan apusan pap smear
     Pap smear adalah pengamatan sel-sel yang dieksfoliasi dari genetalia wanita. Uji pap smear telah terbukti menurunkan kejadian  karsinoma serviks yang di temukan stadium pra kanker, ceoplasia, intraepitel serviks.

Sumber:
Effendy, Nasrul. 1992. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.
Nugroho, Taufan, dkk. 2010. Kesehatan Wanita, Gender dan Permasalahannya.
YPB-SP. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo. 1999.
Romauli, Suryati, dkk. 2009. Kesehatan Reproduksi Buat Mahasiswi Kebidanan.
Yuni, 2008. Kesehatan Reproduksi,
Suliha, Uha dkk. Pendidikan Kesehatan dalam Keperawatan.
Verralls, Sylvia. Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar