FANTASTIC 5

Selasa, 11 September 2012

PERUBAHAN FISIOLOGI MASA NIFAS PADA SISTEM HEMATOLOGI


PERUBAHAN FISIOLOGI MASA NIFAS PADA SISTEM HEMATOLOGI




BHAMADA






Di susun untuk melengkapi tugas mata kuliah
Asuhan Kebidanan III


Disusun Oleh :

Rif’atun Nisa        (B0010035)









PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BHAKTI MANDALA HUSADA
Jl. Cut Nyak Dhien No. 16 Kalisapu Slawi
2011


PEMBAHASAN MATERI


A.    Definisi
          Hematologi atau darah adalah cairan yang terdapat pada hewan tingkat tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain sebagainya. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi punya sistem transportasi dengan darah. (organisasi.org; 2009/08)
B.     Komponen Darah
          Menurur Harfenist, Elizabeth J., dkk (h. 738), darah beredar dalam satu sistem pembuluh yang hakekatnya tertutup. Darah terdidri atas unsur- unsur padat, yaitu eritrosit, leukosit serta trombosit yang tersuspensi di dalam media cair, yakni plasma.
1. Plasma Darah
Plasama darah adalah komponen darah berbentuk cairan berwarna kuning yang menjadi medium sel-sel darah, dimana sel darah ditutup. 55% dari jumlah/volume darah merupakan plasma darah. Volume plasma darah terdiri dari 90% berupa air dan 10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon dan karbon dioksida. Plasma darah juga merupakan medium pada proses ekskresi.
2. Sel Darah
Sel darah adalah semua sel dalam segala bentuk yang secara normal ditemukan dalam darah. Pada mamalia, sel-sel darah dibagi menjadi tiga kategori:
a.)  Sel darah merah, yang fungsi utamanya adalah untuk mengangkut oksigen;
b.)  Sel darah putih, menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi;
c.)    Keping darah, yang sebenarnya merupakan fragmen dari sel sumsum tulang yang dikenal dengan nama megakariosit dan berperan penting dalam koagulasi darah. (organisasi.org; 2009/08)

C.    Perubahan
          Selama minggu- minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma serta faktor-faktor pembekuan darah meningkat. Pada hari pertama postpartum, kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah lebih mengental dengan peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah. Leukositosis yang meningkat dimana jumlah sel darah putih dapat mencapai 15000 selama persalinan akan tetap tinggi dalam beberapa hari pertama dari masa postpartum. Jumlah sel darah putih tersebut masih bisa naik lagi sampai 25000 atau 30000 tanpa adanya kondisi patologis jika wanita tersebut mengalami persalinan lama. Jumlah hemoglobine, hematokrit dan erytrosyt akan sangat bervariasi pada awal-awal masa postpartum sebagai akibat dari volume darah, volume plasenta dan tingkat volume darah yang berubah-ubah. Semua tingkatan ini akan dipengaruhi oleh status gizi dan hidrasi wanita tersebut. Kira-kira selama kelahiran dan masa postpartum terjadi kehilangan darah sekitar 200-500 ml. Penurunan volume dan peningkatan sel darah pada kehamilan diasosiasikan dengan peningkatan hematokrit dan hemoglobine pada hari ke 3-7 postpartum dan akan kembali normal dalam 4-5 minggu postpartum.
( Yetti anggraini, 2010 ; h. 50)
          Menurut Ai Yeyeh rukiyah, dkk (2009; h. 22-23), perubahan hematologi pada masa nifas juga mempengaruhi volume darah, curah jantung, dan tanda- tanda vital ibu nifas.
a. Volume darah
b. Curah jantung
c. Tanda-tanda vital
       








Tidak ada komentar:

Posting Komentar