PERUBAHAN FISIOLOGI MASA
NIFAS PADA SISTEM HEMATOLOGI
Di susun
untuk melengkapi tugas mata kuliah
Asuhan Kebidanan III
Disusun Oleh :
Rif’atun
Nisa (B0010035)
PROGRAM
STUDI D-III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BHAKTI MANDALA HUSADA
Jl. Cut Nyak Dhien No. 16 Kalisapu Slawi
2011
PEMBAHASAN MATERI
A. Definisi
Hematologi
atau darah adalah cairan yang terdapat pada hewan
tingkat tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen,
bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain
sebagainya. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi punya
sistem transportasi dengan darah. (organisasi.org; 2009/08)
B. Komponen Darah
Menurur
Harfenist, Elizabeth J., dkk (h. 738), darah beredar dalam satu sistem pembuluh
yang hakekatnya tertutup. Darah terdidri atas unsur- unsur padat, yaitu
eritrosit, leukosit serta trombosit yang tersuspensi di dalam media cair, yakni
plasma.
1. Plasma Darah
Plasama darah adalah komponen darah berbentuk cairan
berwarna kuning yang menjadi medium sel-sel darah, dimana sel darah ditutup. 55% dari jumlah/volume darah merupakan plasma darah. Volume
plasma darah terdiri dari 90% berupa air dan 10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon dan karbon dioksida. Plasma darah juga merupakan
medium pada proses ekskresi.
2. Sel Darah
Sel darah adalah
semua sel dalam segala bentuk yang
secara normal ditemukan dalam darah. Pada mamalia,
sel-sel darah dibagi menjadi tiga kategori:
c.)
Keping darah,
yang sebenarnya merupakan fragmen dari sel sumsum tulang yang dikenal dengan nama megakariosit dan berperan penting dalam koagulasi darah. (organisasi.org;
2009/08)
C. Perubahan
Selama minggu- minggu terakhir
kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma serta faktor-faktor pembekuan darah
meningkat. Pada hari pertama postpartum, kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit
menurun tetapi darah lebih mengental dengan peningkatan viskositas sehingga
meningkatkan faktor pembekuan darah. Leukositosis yang meningkat dimana jumlah
sel darah putih dapat mencapai 15000 selama persalinan akan tetap tinggi dalam
beberapa hari pertama dari masa postpartum. Jumlah sel darah putih tersebut
masih bisa naik lagi sampai 25000 atau 30000 tanpa adanya kondisi patologis
jika wanita tersebut mengalami persalinan lama. Jumlah hemoglobine, hematokrit
dan erytrosyt akan sangat bervariasi pada awal-awal masa postpartum sebagai
akibat dari volume darah, volume plasenta dan tingkat volume darah yang
berubah-ubah. Semua tingkatan ini akan dipengaruhi oleh status gizi dan hidrasi
wanita tersebut. Kira-kira selama kelahiran dan masa postpartum terjadi
kehilangan darah sekitar 200-500 ml. Penurunan volume dan peningkatan sel darah
pada kehamilan diasosiasikan dengan peningkatan hematokrit dan hemoglobine pada
hari ke 3-7 postpartum dan akan kembali normal dalam 4-5 minggu postpartum.
( Yetti anggraini,
2010 ; h. 50)
Menurut Ai Yeyeh rukiyah, dkk (2009;
h. 22-23), perubahan hematologi pada masa nifas juga mempengaruhi volume darah,
curah jantung, dan tanda- tanda vital ibu nifas.
a. Volume darah
b. Curah jantung
c. Tanda-tanda
vital

Tidak ada komentar:
Posting Komentar