Hepatitis B merupakan suatu peradangan pada hati yang terjadi karena agen penyebab infeksi, yaitu virus hepatitis B. Infeksi virus pada hati yang terletak diperut kanan bagian atas.
Penularan penyakit ini dapat melalui dua jalur, yaitu secara transmisi vertikal ( dari ibu ke bayi/ anak) dan secara horizontal (dari anak ke anak). Transmisi vertikal dari ibu ke bayi dapat terjadi pada saat dalam kandungan (intrauterin), saat lahir (intrapartum), dan saat setelah lahir (postpartum). Sedangkan transmisi horizontal dapat terjadi melalui kontak erat melalui anggota keluarga.
Pada bayi yang terinfeksi kadang ditemukan gejala seperti pembesaran hati (hepatomegali), ascites (penimbunan cairan di dalam perut), sakit kuning (jaundice).
Untuk mendeteksi infeksi virus Hepatitis B akut atau kronis dapat di lakukan dengan pemeriksaan HbsAg. HbsAg dapat dideteksi paling cepat 1-2 minggu dan paling lambat 11-12 minggu setelah terpapar.
Dari bayi yang tertular penyakit hepatitis B ini hampir 90% bisa menjadi kronik dan ia sendiri menjadi sumber penularan terhadap lingkungannya. Pada tingkat yang lebih parah, 10-20 % diantaranya akan berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Penanganan bagi bayi dengan ibu penderita hepatitis B dapat di berikan dosis pertama vaksin hepatitis B (HBV) 0,5 ml IM dipaha bagian atas sesegera mungkin setelah lahir (lebih dipilih dalam 12 jam kelahiran). Jika tersedia, berikan 200 unit imunoglobulin hepatitis IM pada paha satunya dalam 24 jam kelahiran, atau selambat-lambatnya dalam 48 jam kelahiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar