FANTASTIC 5

Senin, 19 Desember 2011

Bayi dengan ibu penderita hepatitis B



Hepatitis B merupakan suatu peradangan pada hati yang terjadi karena agen penyebab infeksi, yaitu virus hepatitis B. Infeksi virus pada hati yang terletak diperut kanan bagian atas.
          Penularan penyakit ini dapat melalui dua jalur, yaitu secara transmisi vertikal ( dari ibu ke bayi/ anak) dan secara horizontal (dari anak ke anak). Transmisi vertikal dari ibu ke bayi dapat terjadi pada saat dalam kandungan (intrauterin), saat lahir (intrapartum), dan saat setelah lahir (postpartum). Sedangkan transmisi horizontal dapat terjadi melalui kontak erat melalui anggota keluarga.
          Pada bayi yang  terinfeksi kadang ditemukan gejala  seperti pembesaran hati (hepatomegali), ascites (penimbunan cairan di dalam perut), sakit kuning (jaundice).
          Untuk mendeteksi infeksi virus Hepatitis B akut atau kronis dapat di lakukan dengan pemeriksaan HbsAg. HbsAg dapat dideteksi paling cepat 1-2 minggu dan paling lambat 11-12 minggu setelah terpapar.
          Dari bayi yang tertular penyakit hepatitis B ini hampir 90% bisa menjadi kronik dan ia sendiri menjadi sumber penularan terhadap lingkungannya. Pada tingkat yang lebih parah, 10-20 % diantaranya akan berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
     Penanganan bagi bayi dengan ibu penderita hepatitis B dapat di berikan dosis pertama vaksin hepatitis B (HBV) 0,5 ml IM dipaha bagian atas sesegera mungkin setelah lahir (lebih dipilih dalam 12 jam kelahiran). Jika tersedia, berikan 200 unit imunoglobulin hepatitis IM pada paha satunya dalam 24 jam kelahiran, atau selambat-lambatnya dalam 48 jam kelahiran.


PERUBAHAN FISIOLOGI IBU HAMIL PADA PAYUDARA

 Kehamilan merupakan suatu proses normal yang di alami oleh wanita. Selama kehamilan ini wanita bakal ngalamin banyak perubahan, baik perubahan bentuk tubuh ataupun psikologi. Semua perubahan ini bersifat normal kok J. Jadi gag usah khawatir yaah para Ladies...
Salah satu perubahan bentuk tubuh ini terjadi pada payudara. Payudara ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai upaya persiapan pemberian ASI pada saat laktasi nanti. Perkembangan payudara nggak bisa dilepaskan dari yang namanya pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu hormon estrogen, progesteron, dan somatomammotropin.
1.)      TrimesterI
     Pada tahap awal kehamilan ini aerola (kalang payudara) akan berwarna lebih gelap dan warna puting juga jadi lebih dalam sehingga nantinya memudahkan bayi untuk menemukan sumber makanannya. Selain itu, meningkatnya kadar hormon akan merangsang pertumbuhan dan perluasan dari lobulus payudara yang merupakan penghasil susu. 
            Hormon somatommamotropin akan mempengaruhi pertumbuhan sel-sel asinus pula dan menimbulkan perubahan dalam sel-sel sehingga terjadi pembuatan kasein, laktabumin dan laktoglobulin. Dengan demikian si payudara dipersiapkan untuk laktasi. Disamping itu dibawah pengaruh hormon progesterone dan somatommamotropin akan terbetuk lemak sekitar alveolus sehingga payudara jadi lebih besar. Papilla mammae akan membesar lebih tegang dan tambah lebih hitam, seperti seluruh areola mammae karena hiperpigmentasi. hipertropi kelenjar seebasea (lemak) yang muncul diareola primer dan disebut tuberkel mongomery. Grandula mongomery tampak lebih jelas menonjol di permukaan areola mammae.
            Pada trimester awal kehamilan terjadi sensasi gatal dan kesemutan karena peningkatan suplai darah terutama disekitar putting susu. Peningkatan ukuran, nyeri, ketegangan, dan nodular akibat hipertrofi alveoli. Permukaan halus dan kebiruan, vena tampak terlihat tepat dibawah kulit.

2.)      Trimester II
            Pada tahap ini si payudara mulai memproduksi dan menyimpan susu yang disebut dengan kolostrum, yaitu cairan kental berwarna kekuningan yang akan memberikan makanan bayi selama beberapa hari pertama kelahiran. Kolostrum ini juga mengandung zat yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh serta melindungi bayi dari infeksi.
       Kolostrum ini berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Meskipun dapat di keluarkan, air susu belum dapat diproduksi karena hormon prolaktin  di tekan oleh prolactin inhibiting hormone.

3.)       Trimester III
            Di dalam alveoli payudara sel kecil yang berfungsi memproduksi susu mulai berkembang biak dan akan bekerja terus sampai akhirnya penuh dengan kolostrum. Dan di akhir kehamilan nanti kolostrum dapat keluar dari payudara.

 Udah tauu kan sekarang..... Apa aja perubahan yang terjadi pada payudara, intinya semua perubahan ini di buatkan Tuhan untuk persiapan menyusui nanti, subahanallah yaa.... jadi ga usah bingung and khawatir lagi yaaa... J J

Sumber:
Farrer, Helen. 1999. Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta : EGC
Pantikawati, Ika. 2010. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Yogyakarta : Nuha         Medika
Yeyeh, Ai. 2009. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta : Trans Info      Media
Diane M. Frasser. 2009. Buku Ajar Bidan Myeles. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono . 2008. Ilmu Kandungan. Jakarta : PT Bina Pustaka        Sarwono Prawirohardjo
Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu kebidanan, Penyakit kandungan dan             Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono . 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka          Sarwono Prawirohardjo
Simkin, Penny, dkk. 2008. Panduan Lengkap Kehamilan, Melahirkan, dan Bayi. Jakarta: Arcan